Anganku...
Dalam takbir
Aku berdiri tegap, menjulang tinggi vertical berani bagai api, Mendampingimu tanpa ragu, meski kau berkata 'tuhanmu' bukan 'tuhanku'
Dalam Ruku' yang horizontal
Aku belajar Mendampingimu dari angin nan imajinatif tak terlihat namun terasa, kuharap kaupun suka..
Dan aliran air yang kusebut Sujud
Aku belajar Mendampingimu dengan segala kerendahan hati, flexible seperti apapun wadah sifatmu, karena sungguh kucinta apa adamu..
Dengan Duduk diantara dua Sujud, bak gunung, setia sebagai pasak bumi kubelajar Mendampingimu dengan kokoh, kuat tak tergoyahkan, namun lagi-lagi tuhanmu tak mengijinkan, ucapmu mematahkan..
Dalam tahyat akhir, kubelajar Mendampingimu dengan rakhmat, cinta yg ditanamkan tuhanku yang Ahad, kutitip sebentuk do'a semoga kau dan dia selalu dalam lindungan kristus yang erat...
Namun terkadang kenyataan selalu berkata lain..
Sebab aku tahu...
Mendampingimu tak harus memiliki, karena jauh diatas cinta ada hal yang lebih tinggi, kuat, lembut lagi hakiki, lepas tak berbekas, kusebut Ikhlas...
